Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ramah Gender, Kota Gorontalo Masuk Penilaian Anugerah Parahita Ekapraya

Selasa, 30 Maret 2021 | 16:07 WITA Last Updated 2021-03-30T08:08:53Z
Sekretaris Daerah Kota Gorontalo Ismail Madjid (Foto: Humas Pemkot) 


Penadata, Kota Gorontalo - Pemerintah Kota Gorontalo masuk dalam penilaian Anugrah Parahita Ekapraya (APE) saat Tim Ferivikator dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melakukan penjajakan terkait kebijakan dan implementasi program pendukung terwujudnya pengarusutamaan gender di Kota Gorontalo.


Pasalnya, dukungan pemerintah kota gorontalo terhadap program pengarusutamaan gender, menjadi indikator penting penilaian anugerah parahita ekapraya (APE). Kota Kota dinilai ramah gender terhadap pelibatan kaum perempuan di segala sektor.


Satu Tim Ferivikator Penilaian APE, Hertomo Heroe meminta Pemerintah Kota Gorontalo untuk mensinkronkan data dengan implementasi lapangan terkait dengan program pengarusutamaan gender. Ia mengakui pemerintah kota gorontalo memiliki modal berupa semangat yang tinggi dalam penilaian tersebut.


"Saya melihat kota gorontalo sangat siap dengan penilaian ini, namun tentunya kita akan melihat sajauh mana  keseriusan kota gorontalo yang didukung  dengan data dan implementasinya". jelas hartomo saat mendengarkan paparan pemerintah Kota Gorontalo secara virtual, Selasa (30/3/21)


Dia menjelaskan ada 7 prasyarat pelaksanaan pengarusutamaan gender dinilai tim verifikasi penilaian APE. Indikator lainnya juga akan melihat seberapa besar dukungan perencanaan dan penganggaran daerah terhadap responsif gender.


Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Gorontalo Ismail Madjid memaparkan berbagai kebijakan yang telah ditempuh untuk mendukung program PUG. prosesnya dilakukan secara terencana mulai dari penyusunan visi-misi  hingga pelaksanaan program kerja.


Didalam misi kota 2019 -2024, kata Ismail, secara jelas mengatur kesetaraan hak untuk memperoleh layanan pendidikan, kesehatan serta pelayanan publik yang berkualitas dan terjangkau.

    

Elemen pendukung lainnya, kata Ismail, adalah dengan membuat regulasi PUG baik peraturan daerah maupun peraturan walikota gorontalo. Perwako mengatur PUG telah diterbitkan pemerintah kota gorontalo sejak tahun 2018, tentang rencana aksi PUG nomor 9. Hal itu belum termasuk program kolaborasi di setiap OPD.


"Dari segi kelembagaan juga demikian, kita telah membentuk kelompok kerja menangani PUG, pembentukan focal point di semua OPD. pokja ini dievaluasi secara rutin  kemudian mendorong rencana aksi daerah" ujarnya.


Berkat upaya itu, kesetaraan gender di kota gorontalo menunjukkan trend yang postif. Menurut ismail, jalannya pembangunan di kota gorontalo tidak lepas dari partispasi peran kaum perempuan didalamnya.


Hal senada juga di sampai oleh, Walikota Gorontalo, Marten Taha saat memberikan sambutan secara virtual. ia mengatakan pelibatan kaum perempuan ada di semua sektor.


Misalnya, kata Marten, penempatan jabatan di pemerintahan kota gorontalo, porsi perempuan tidak kalah dengan kaum laki-laki, yakni 3 berbanding 1.     


"Artinya kita memposisikan perempuan saat ini sama derajatnya dengan kaum laki-laki. tidak adalagi diskriminasi terhadap kaum hawa, mereka adalah bagian dari suksesnya pelaksanaan pembangunan di kota gorontalo" cetus Wali Kota Gorontalo, Marten Taha

×
Berita Terbaru Update