Kota
Gorontalo – Tidak
menunggu waktu lama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Gorontalo, Dr. Hj.
Misnawaty S. Nuna, M.H langsung mensosialisasikan apa yang menjadi hasil rapat
Forkopimda pada, Senin (26/04/2021).
“Pasca rapat
Forkopimda saya langsung mensosialisasikan hasil dari rapat Forkopimda tersebut
keseluruh aparat saya melalui kegiatan yang selalu kita gelar setiap pagi,”
ujar Misnawaty kepada Penadata.Id, Kamis (29/04/2021).
Misnawaty
mengatakan, ada lima hal penting yang menjadi pembahasan dan keputusan pada
rapat Forkopimda itu, diantaranya; Pelaksanaan festival tumbilotohe tidak
diperkenankan, pasar senggol ditiadakan, open hause yang dapat menimbulkan
keramaian saat idul fitri dilarang, hari raya ketupat dibatasi aktivitas
kunjung mengunjungi, dan terakhir kepatuhan terhadap aktivitas mudik.
“Terkait tumbilotohe
hanya pelaksanaan festival yang ditiadakan karena berpotensi menimbulkan
kerumunan, ini sudah menjadi tradisi kita masyarakat muslim di Gorontalo. Sehingga kita tidak bisa melarang sepenuhnya masyarakat menjalankan tradisi
tersebut,” ungkapnya.
Untuk pasar senggol,
kata Misnawaty, meskipun juga merupakan tradisi di gorontalo yang digelar
seminggu menjelang lebaran, untuk tahun ini ditiadakan karena berpotensi
menimbulkan kerumunan bahkan untuk toko dibatasi hanya sampai pukul 21.00 WITA.
“Untuk hari raya
idul fitri dan hari raya ketupat bisa dilaksanakan, asalkan tetap menerapkan protokol
kesehatan dan aktivitas kunjung mengunjungi dibatasi tidak sampai menimbulkan
kerumunan orang banyak,” jelasnya.
Terakhir, terkait mudik lebaran, Misnawaty
menekankan, agar seluruh aparatnya dapat menjadi pelopor masyarakat. Sebab, kata
ia merekalah yang akan menjadi tempat bertanya masyarakat dilingkungan tempat
tinggal masing-masing.
“Mudik untuk aparat
itu ada sanksi berat bagi yang melanggar, untuk itu saya berkepentingan
menyampaikan kepada mereka agar aparat saya di Kementerian Agama Kota Gorontalo
patuh dengan aturan yang sudah menjadi kebijakan daerahnya,” tegas Misnawaty.
Sementara itu, saat
mendampingi Walikota dan Wakil Walikota Gorontalo dalam pertemuan Rakor Kepala
Daerah bersama presiden. Misnawaty menyampaikan bahwa,ada dua hal yang
disampaikan oleh Presiden RI.
.
“Yang ditekankan
Presiden adalah masalah laju penyebaran Covid terutama kedisiplinan di dalam
menjalankan protokol kesehatan termasuk pelarangan mudik dan juga maksimalisasi
pelaksanaan vaksinasi, serta percepatan pergerakan ekonomi,” Misnawaty
“Bapak Presiden meminta agar belanja modal
pemerintah segera dilaksanakan agar ekonomi bisa segera berputar. Jadi hasil
rapat Forkopimda dan juga arahan pak presiden itu sudah sejalan, karena
perintah dari bapak Menteri Dalam Negeri agar apa yang diamanahkan oleh
Presiden Indoneisa dicatat, dilaksanakan dan ditindaklanjuti,” tutup Misnawaty.
