Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Puisi untuk Nanggala "Awal yang Tertunduk"

Selasa, 27 April 2021 | 01:30 WITA Last Updated 2021-04-26T17:33:06Z
Ilustrasi


Oleh: Mhetallo Adonara

*

Kata-kataku
Tetap berjalan
Meski dicekal
Orang-orang kurang waras

**

Setelah
Januari
Merenggut kekasih
Dari langit

Kini April
Membenamkan
Ksatria sunyi
Ke dasar yang paling gigil

Samudera tidak lagi ramah
Setelah la nina 
Dikirim menampar daratan
Sekarang empat nol dua
Dibuatnya meringis
Dalam tiga badan 
Yang tercerai-berai

***

NANGGALA

Air mata gemetar
Mengisi rongga dada
Pengantin dua bulan
Yang kian histeris
Menunggu sang kasih di pesisir

NANGGALA

Tangis ibu
Semakin parau
Memeluk anak
Yang kini piatu
Setelah gagal
Menahan langkah ayahanda

NANGGALA

Senandung "Sampai Jumpa"
Mengistirahatkan badan purbamu
Bersama palungan yang gelap

NANGGALA

Bersama sepi kau bertugas
Bersama sunyi juga
Kau menjadi
Pengawal maritim yang abadi

****

Kata-kataku
Kini telah berakhir

Namun
Percayalah

Ia takkan mati
Memperingatkan

Bahwa tragedi
Selalu datang tanpa permisi

Mari bersiaga
Karena kita tidak tahu
Besok kita masih bernafas atau tidak

Jayapura, 26 April 2021
×
Berita Terbaru Update