Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Laskar Kiai-Santri Melawan Lupa di Hari Lahir TNI hingga Resolusi Jihad (Hari Santri Nasional)

Selasa, 06 Oktober 2020 | 01:11 WITA Last Updated 2020-11-13T19:19:05Z


5 Oktober menuju 22 Oktober 1945: 

Laskar Kiai-Santri Melawan Lupa di Hari Lahir TNI hingga Resolusi Jihad (Hari Santri Nasional)

5 Oktober 1945 adalah awal baru sejarah terbentuknya jaringan santri dan tentara nasionalis, dimulai dari kemunculan basis kaderisasi kemiliteran di Jawa Timur.

Kekuatan ini solid dibangun di pesantren di bawah komandan KH. Wahab Chasbullah dan KH. Masjkoer dan basis basis laskar dan sebagian dari kader kader Peta dulu. Ada penelitian dari peneliti Inggris, David C. Anderson, tentang konsolidasi dan peta jaringan kultural dan kemiliteran aliansi santri dan tentara nasionalis embrio TNI ini. Penelitian ini akan dibahas tersendiri. 

Jaringan ini kemudian berhimpun bersama Panglima Besar Jend Soedirman. Tokoh2nya pun jadi penasehat sang jendral besar nasionalis ini: KH Wachid Hasjim, dokter Moewardi dan Bung Tomo. Lihat foto.

Konsolidasi laskar kiai-santri dengan TNI ini tentu berbahaya bagi masa depan tentara2 kader KNIL dan politisi2 sisa2 pendukung2 Neokolonialisme-imperialisme pasca Perang Dunia 2.

Skema neo kolonialisme negara negara pemenang Perang Dunia ke2 juga tidak suka aliansi nasionalis dari Jawa Timur ini yg disebutnya "aliansi muslim fanatik dengan tentara kader fasis Jepang".

Provokasi di Solo lalu ke Madiun, September 1948, hingga  Musso dimunculkan untuk dipancing bikin makar. Korban pertama adalah dokter Moewardi. Korban berikut adalah laskar laskar santri dan kiri dan tentara nasionalis Jawa Timur yg saling bentrok. Ingat: kantor PBNU pas Musso berontak itu ada di kota Madiun.

Usai Musso dan Amir syarifuddin provokasi, maka ada pembenaran masuknya tentara Siliwangi dan kader2 KNIL menguasai keadaan. Maka terciptalah kekuatan baru di Jawa Timur merontokkan aliansi lama di atas.

Kekuatan baru ini kemudian mendiktekan jalannya Re Ra di tangan Hatta dan Nasution dengan target pertama: para anggota laskar santri dan kiai kiai komandan mereka di Jawa Timur.

Re Ra menuntut pembubaran laskar kiai santri, lalu integrasi kader2 KNIL ke dalam TNI. Setelah Jend Soedirman wafat di tahun 1950 berakhir pula bulan madu aliansi santri dan tentara nasionalis ini.

Orang-orang militer KNIL (terutama sayap kader tentara Belanda/Amerika) lalu membaptis dirinya yg paling absah menjadi pembela negara, yg paling berjasa untuk membela NKRI, dan mengklaim paling banyak pahlawannya. Dan bukan laskar kiai santri.

Mereka lalu buktikan itu dengan menulis buku sejarah perang di Republik ini dalam versi mereka. Salah seorang sejarawan tentara itu adalah Jend. A.H. Nasution, yg menulis 11 jilid sejarah Perang kemerdekaan RI 1945-1949. 

Dalam buku itu dipastikan tidak ada kontribusi laskar rakyat, seperti laskar Sabilillah/Hizbullah, tidak ada pahlawan yg paling berjasa dari kiai atau orang-orang pesantren, apalagi jangan harap ada nama KH. Wahab Chasbullah dan Kiai Wachid Hasjim disebut.

Itulah alasan mengapa Suharto dulu tidak mengakui Mbah Wahab sebagai pahlawan. mengapa? Ya Mbah Wahab dan generasi pesantren tidak punya bukti tertulis. Sementara para tentara punya bukti sebagai pahlawan, terutama dari buku Nasution ini.

Padahal salah satu kekuatan terbesar pada diri Mbah Wahab yg mau diingkari oleh versi resmi tentara dalam Sejarah Perang Kemerdekaan itu adalah posisi beliau sebagai pimpinan nasional tentara rakyat Sabillah/Hizbullah dalam perang gerilya melawan tentara Sekutu/Nica-Belanda. 

Tentara atau laskar rakyat ini yg dihina oleh sejarawan orde baru maupun orientalis sebagai "tentara kampungan", "milisi-penjegal yg tangannya berlumuran darah", atau "laskar preman yg amburadul". Bisa saja dianggap preman atau tukang pembunuh, spt dituduhkan banyak sejarawan bule. Tapi kalau mereka diorgansiasikan di bawah satu komando barisan kiai, di bawah kendali Mbah Wahab, Kiai Masjkoer dan Kiai Wachid, ceritanya akan lain: mereka bersatu di bawah panji-panji patrotisme kaum santri jihad bela agama dan negara,....!

Efeknya sangat dahsyat, Kompeni dan agaen2nya pasti ketakutan, Kontribusi para kiai-santri ini melebihi tentara berseragam seperti disanjung sanjung Nasution atau Suharto.

Sebagai perbandingan, ingat film The Patriot yg dibintangi Mel Gibson yg cerita ttg peran dahsyat para milisi dan laskar dalam perjuangan kemerdekaan Amerika Serikat di tahun 1770-an.)

Nah tugas anak-anak pesantren kini menulis buku berjilid-jilid tentang kiprah Mbah Wahab dan kiia kiai kita sebagai komandan nasional tentara rakyat itu.... Ini untuk mengimbangi versi  menyesatkan dari bukunya Nasution itu tentang sejarah TNI. dan buku2 sejenis lainnya..

Dirgahayu TNI-TNU  ...

barakah ...

Ahmad Baso

Penulis Buku

 

×
Berita Terbaru Update