
Sebagai dokter, saya ingin usul saran kepada Bapak/Ibu yang bekerja di rumah sakit apapun posisi anda, berhati-hatilah dalam bekerja. Berhati hati maksudnya tetap menggunakan hati sembari tetap jaga diri.
Anda bekerja di bidang yang rawan. Rawan terpapar penyakit, rawan kecelakaan kerja, rawan konflik. Oleh karena itu, harus hati-hati.
Kalau anda dokter atau perawat atau bidan atau yang langsung berurusan dengan pasien/keluarganya, lakukan tugas secara profesional. Hubungan anda dan pasien merupakan hubungan moral sekaligus profesional. Artinya, lakukan tugas sesuai profesi anda. Kalau bukan tugas/wewenang anda, jangan lakukan meskipun hal itu secara umum merupakan perbuatan baik. Itu sangat mudah disalah-artikan.
Berikan informasi yang cukup, sesuai dengan aturan yang berlaku. Ketidakjelasan informasi merupakan potensi konflik. Terangkan dengan baik, lakukan prosedur administrasi secara benar dan lengkap.
Saya tahu, itu bisa membosankan sekali karena mengulang2 informasi serupa pada puluhan atau ratusan pasien. Tapi anda harus tetap profesional.
Momen ini adalah momen introspeksi. Saatnya mengaca diri, barangkali masih ada yang kurang dalam cara kita bekerja dan mengabdi. Tudingan-tudingan mencovidkan merupakan cambuk untuk semakin profesional, semakin cermat dalam setiap yang anda lakukan.
Saya paham, mungkin ada setitik perasaan... kalau pasien tidak terima diagnosis covid, maka boleh dibawa pulang saja. Dan itu ada dalam prinsip Independensi dan Otonomi pasien/keluarga saat situasi non-wabah.
Saya paham, dilema anda pada situasi pandemi adalah anda harus tetap menjaga masyarakat agar tidak tertular oleh pasien anda sehingga anda menaati aturan tetap merawat pasien tersebut, bahkan saat anda dituduh mencari keuntungan finansial. Itu tugas tambahan yang sulit, tanpa imbalan apa-apa.
Saya paham, betapa sakit dituduh mencari keuntungan finansial dari mengcovidkan, sementara anda mengalami risiko terinfeksi yang juga bisa menularkan kepada keluarga anda.
Saya paham, betapa stressnya menggunakan APD yang sangat panas itu di saat anda harus konsentrasi penuh menangani pasien, dan harus memahami serta menerima amukan pasien yang sedang mengalami halusinasi atau delusi saat kesadarannya terganggu akibat penyakitnya.
Tapi, anda harus tetap profesional.. siap mempertanggungjawabkan apa yang anda lakukan. Kalau ada audit, jalani dengan baik. Kalau ada gugatan, layani dengan baik. Sebagaimana biasanya selama ini, pekerjaan anda adalah pekerjaan yang transparan, siapapun yang punya wewenang secara legal bisa melihat apa yang sudah dan sedang anda lakukan.
Oleh karena itu, tidak ada opsi mencovidkan pasien. Buktikan bahwa anda bekerja profesional. Buktikan itu dalam setiap langkah pekerjaan anda.
Tetaplah bahagia. Anda adalah saya.
Alim, Direktur Jawa Imperium