![]() |
| Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Adhan Dambea (Foto: Istimewa) |
Gorontalo - Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Adhan Dambea menepis statement Juru Bicara Khusus Gubernur Gorontalo, Noval Abdussamad yang menyatakan dirinya pikun saat menyinggung kegiatan keagamaan yang dilakukan Provinsi Gorontalo.
Menurut Adhan, Pemerintah Provinsi Gorontalo jangan membohongi rakyat dengan dalil yang mengada-ada. Pasalnya ia tau pesis apa yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam kegiatan keagamaan selama ini.
"Alhamdulilah sudah umur 62 tahun, namun menurut juru bicara pemerintah saya sudah pikun, tapi saya tahu apa yang belum dibuat oleh pemerintah provinsi dalam kegiatan keagamaan," kata Adhan Dambee kepada penadata.id, melalui sambung telpon, Jum'at (12/2/2020)
Dengan dirinya dipercayakan menjadi Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, kata Adhan, pengawasan terhadap apa yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Gorontalo merupakan tanggung jawabnya sebagai fungsi legislatif.
"kita digaji oleh rakyat maka tentu kita tidak mau makan uang haram, sehingganya perlu memaksimalkan tanggung jawab kita termasuk pengawasan, oleh karena itu, saya mengawasi apa yang sudah dibuat pemerintah termasuk kegiatan membangun moral rakyat," jelasnya
Jika alasannya karena Pandemi COVID-19, kata Adhan, banyak cara untuk melakukan kegiatan keagamaan, misalnya menggelar ceramah agama bagi pegawai lewat virtual yang diikuti semua dinas. itu merupakan alternatifnya.
"Kalau alasan COVID-19, kalau serius atau ada niat, boleh ceramah agama bagi pegawai lewat virtual saja, cuma memang ini tidak ada keinginan, hanya alasan saja, dan itu membuktikan pemerintah tidak serius dengan kegiatan keagamaan," ucapnya
Contoh yang paling kongkrit, kata Adhan, Gubernur Gorontalo sering menyampaikan di kampanye saat pilgub untuk merencanakan membangun islamic center, dan itu sudah ada di Detail Engineering Design (DED). Tapi sampai hari ini, hal tersebut belum terealisasikan.
"Pada masa reses Desember tabu 2020 kemarin, saya meninjau lokasi dibelakang Polsek Kota Timur, Kelurahan Moodu yang didampingi dari PU Provinsi, dan ternyata tanah yang dibutuhkan untuk membangun islamic center 13 hektare tapi yang baru tersedia 0,5 hektare," ungkapnya
Mantan walikota Gorontalo ini menilai, kalau memang pemerintah provinsi Gorontalo serius mengadakan kegiatan keagamaan, Islamic center bukan hanya jadi wacana saja, tapi sudah ada pembangunan. Namun anggaran untuk Islamic center tersebut tidak masuk dalam APBD tahun 2021.
"Artinya dengan berakhir jabatan gubernur, jangankan selesai, dimulai pun tidak, untuk pembangunan Islamic center tersebut," tuturnya
"Kegiatan keagamaan pemerintah kurang serius karena tidak mendatangkan manfaat pribadi sebab nanti akan diterima diyaumil akhirat," sambungnya
Adhan mengaku soal kegiatan keagamaan ini pernah disampaikanny ke Sekertaris Daerah, Kadis Pariwisata, dan Karo Pemerintah dan Kesra. Namun sampai hari ini, belum ada bukti yang jelas terkait kegiatan keagamaan yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo.
"Saya memang dikatakan pikun, tapi saya semenjak walikota Gorontalo, saya ingat sekali belum ada kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Gorontalo," ucapnya
"Oleh karenanya, saya minta pemerintah jangan membohongi rakyat. saya kebetulan anggota dewan tahu Persis apa yang dibuat pemerintah," cetusnya
Sebelumnya, melalui salah satu media online menara.news, Juru Bicara Khusus Gubernur Gorontalo, Noval Abdussamad menduga Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Adhan Dambea sedang berkurang daya ingat alias pikun.
Hal ini disampaikan Noval karena pernyataan Adhan Dambea yang menyebut bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo selama lebih dari setahun tidak pernah terlihat melaksanakan kegiatan bernuansa agama, seperti Menggelar ceramah agama setiap bulan sekali kepada seluruh ASN Pemprov.
Noval pun membeberkan bahwa di Pemerintahan, khususnya Pemerintah Provinsi Gorontalo dibawah kepemimpinan Gubernur Rusli Habibie, banyak kegiatan keagamaan yang tidak diketahui Adhan Dambea.
Noval berdalil sejak tahun lalu dunia sedang dilanda pandemi virus corona, jadi tidak memungkinkan untuk dilakukan ceramah agama dan lain sebagainya karena berpotensi mengumpulkan banyak orang
