![]() |
| Istimewa |
Gorontalo - Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus.,SIK.,M.Si.,M.M kembali menggelar kegiatan silaturahmi dengan ulama dan tokoh agama dengan pengurus Rabithah Al Alawiyyah Provinsi Gorontalo, Kamis (4/2/2020).
Pelaksanaan kegiatan yang mengedepankan Protokol kesehatan tersebut dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo Dr. Safrudin Baderan M.Pd, Dir Intelkam, Dir Bimmas, Kabid Humas, Ketua Organisasi Rabithah Al-Alawiyah Provinsi Gorontalo Habib Syukri Al Hasni bersama 11 (Sebelas) Anggota pengurus lainnya
Kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut Commander Wish Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si yang telah mengusung konsep Transformasi menuju Polri yang Presisi ( Prediktif, Responsibiltas dan Transparansi Berkeadilan) terutama Transformasi dibidang pelayanan publik.
Dalam melakukan pelayanan publik, ada program program pemantapan komunikasi publik yang diwujudkan dengan kegiatan membangun hubungan dan komunikasi proaktif dengan ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda.
Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus.,SIK.,M.Si.,M.M menjelaskan maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut diantaranya untuk meningkatkan sinergi antara Polda Gorontalo dengan segenap komponen masyarakat termasuk didalamnya para ulama maupun tokoh agama.
“Kita harus menjalin hubungan Silaturrohmi dan menjaga komunikasi guna meningkatkan sinergi antara Polda Gorontalo dengan Pengurus Rabithah Al Alawiyyah Provinsi Gorontalo," Katanya
Dengan kegiatan tersebut, dia berharap Rabithah Al Alawiyyah Provinsi Gorontalo dapat bekerja sama dengan Polri khususnya Polda Gorontalo maupun Pemerintah dalam menjaga kondusifitas Kamtibmas serta turut mengambil bagian dalam memutus mata rantai Penyebaran COVID-19 di Wilayah Provinsi Gorontalo.
Dia juga meminta adanya masukan, kritikan dari para pengurus Rabithah Al Alawiyah guna mendukung pelaksanaan Tupoksi Polri khususnya jajaran Kepolisian daerah Gorontalo.
“Dari kebijakan Kapolri yakni Transformasi menuju Polri yang Presisi, Polri harus lebih banyak mendengar apa yang menjadi keluhan dan harapan masyarakat, dan saya lebih suka dikritik secara keras dan pedas karena itu bagi saya adalah obat untuk melakukan perbaikan- perbaikan,” tutupnya
