![]() |
| Samsi Pomalingo saat bertemu dengan Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga di kediamannya (Foto: Sarjan Lahay) |
Gorontalo - Calon Ketua Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Gorontalo, Samsi Pomalingo bertemu dengan Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga di kediamannya, Minggu (7/2/2021) malam.
Pertemuan santai yang membicarakan terkait perkembangan NU di Gorontalo, menjadi pembahasan yang sangat menarik antar dua Kader terbaik NU ini.
Mengapa tidak, selain Samsi Pomalingo yang dikabarkan siap mencalonkan diri sebagai Ketua PWNU ini, ternyata Syarif Mbuinga juga dikabarkan siap mencalonkan dengan posisi yang sama.
Hal tersebut yang membuat pertemuan antar Samsi Pomalingo yang sering dipanggil Romo ini, dengan Syarif Mbuinga yang akrab disapa pa'sisa menjadi menarik untuk dipandang oleh warga nahdliyin.
Tak banyak basa-basi, Romo Samsi yang merupakan akademisi yang produktif melakukan penelitian ini, langsung blak-blakkan kepada Bupati dua periode itu dengan menyatakan bahwa dirinya siap mencalonkan dirinya sebagai Ketua PWNU Gorontalo.
"Saya datang ke sini, sebenarnya salah satu hal yang saya ingin sampaikan kepada pak Bupati adalah, saya ingin maju sebagai Ketua PWNU Gorontalo," kata Samsi Pomalingo di hadapan pa'sisa
Pernyataan tersebut, kata Samsi, salah satu bentuk keseriusannya dalam memaksimalkan pengabdiannya di organisasi yang dibentuk oleh Ulama-ulama Nusantara ini.
Romo Samsi juga mengaku, keseriusan dirinya mencalonkan ini, merupakan dukungan dari anak muda NU. Hal itu juga menjadikan motivasi dirinya untuk mengembalikan khittah NU Gorontalo.
"Insya Allah, konferensi wilayah akan dilaksanakan pada bulan September nanti, dan saya sudah siap semua untuk mencalonkan diri," ucapnya
Tak hanya blak-blakkan, Romo Samsi yang merupakan kandidat doktor ini, juga ceplas-ceplos mengorek jawaban Bupati Pohuwato, apakah ia juga mencalon diri sebagaj Ketua PWNU Gorontalo, atau tidak.
Pertanyaannya itu, berdasarkan informasi beredar di media sosial yang mengabarkan bahwa pa'sisa juga siap mencalonkan diri sebagai Ketua PWNU
"Saya mau bertanya ini, apakah pak Syarif Mbuinga juga siap mencalonkan sebagai Ketua PWNU Gorontalo? Soalnya saya dapat kabar terkait itu," tanya Ketua Wilayah IKA PMII Gorontalo
Sebenarnya, kabar terkait Romo Samsi yang siap mencalonkan diri sebagai Ketua PWNU Gorontalo itu sudah sampai ke telinga Syarif Mbuinga. Pasalnya pada saat Harlah NU ke-95 kemarin, Samsi sudah menyatakan sikap untuk mencalonkan Ketua PWNU di media masa termaksud di penadata.id.
Sehingga, pernyataan sikap tersebut tak membuat kaget Syarif. Namun pertanyaan Romo terkait kabar pencalonan Syarif, tak dijawab sepenuhnya. Syarif hanya berdalih bahwa Konferwil PWNU itu masih lama akan digelar.
"Saya belum kepikiran ke sana. Konferwil juga masih lama," Kata Syarif Mbuinga
Syarif belum menyatakan sikap apakah dirinya maju dan ikut mencalonkan dirinya sebagai Ketua PWNU. Ia hanya mempertanyakan siapa-siapa yang ingin maju selain Romo Samsi. "Pak Zulkarnaen apakah maju lagi atau tidak?," tanyanya
Syarif hanya menjelaskan, organisasi NU ini sangat memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Apa lagi, kata dia, bicara NU ini paling banyak mengurus umat, dan itu sangat memiliki nilai ibadah yang besar.
"NU ini adalah organisasi umat. Saya juga saat ini belum mengetahui perkembangan informasi secara kelembagaan NU, karena saya sangat sibuk dengan urusan daerah," jelasnya
Namun, Syarif mengaminkan jika Romo Samsi punya niat baik dalam mencalonkan diri sebagai Ketua PWNU Gorontalo. Dirinya menitip pesan jika Romo ternyata terpilih nanti menjadi Ketua, NU harus lebih berkembang lagi.
"Saya mengamini jika Romo benar-benar maju, saya hanya ingin NU Ini bisa lebih baik lagi," tutur Syarif sambil mengandeng Romo
Selain bicara persoalan pencalonan, mereka juga bicara dinamika yang terjadi di NU, baik secara Struktur, maupun secara Kultural.
Dalam pertemuan tersebut, turut djhadiri Ketua Tanfidziah PCNU Pohuwato, H. Daiman Ali, Ketua IKA PMII Demisioner, Arfan Tangoi, Ketua IKA PMII Cabang Pohuwato terpilih Muslimin Nento, PW IPNU Safitriandi Uno dan kader-kader Muda Nahdiyyin lainnya.
