![]() |
| Wali Kota Gorontalo, Marten Taha saat memberikan sambutan di Bimtek E-MONEP (Foto: Humas Pemkot Gorontalo) |
Kota Gorontalo - Wali Kota Gorontalo, Marten Taha membuka langsung Bimbingan Teknis (Bimtek) Elektronik Monitoring Evaluasi Pengendalian dan Pelaporan Pembangunan (E-MONEP) New Generation dalam rangka upaya percepatan penyerapan Anggaran dan pengendalian pelaksanaan pembangunan di Kota Gorontalo Tahun 2021 yang dilaksanakan di Hotel Aston Kota Gorontalo, Rabu (3/3/2021).
Dalam sambutan, Wali Kota Gorontalo, Marten Taha meminta peserta harus mengikuti kegiatan ini dengan serius, dan telitih dengan dukungan data yang memadai. Sebab kekeliruan menginput bisa berakibat negara kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersangkutan.
"Karena E-MONEP memudahkan Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran, maka peserta saya minta lebih fokus mendalami setiap proses penginputan agar tidak terjadi miskomunikasi antara data yang diinput," Kata Marte Taha
Selain itu, Marten juga meminta peserta Bimtek agar lebih pro aktif dalam setiap tahapan penginputan, serta tertib mengikuti proses Bimbingan Teknis hingga akhir. Dia menyebutkan dengan adanya Bimtek ini, dapat membantu pencepatan penyerapan anggaran Kota Gorontalo.
"Diharapkan dengan dilaksanakannya Bimtek ini, peserta dapat menerapkan dan mengimplikasikan materi-materi dan pengetahuan yang didapatkan selama pelaksanaan Bimtek," ujar Marten
Sementara itu, untuk mengevaluasi kinerja para Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Kata Marten, pihak akan melaksanakan rapat koordinasi dan evaluasi setiap triwulan. Tujuannya untuk mengevaluasi program yang tidak berjalan sesuai target yang telah ditentukan, sehingga permasalahan penyerapan anggaran tidak sesuai harapan
"Olehnya, dalam penetapan target baik fisik maupun keuangan, harus realistis dan sesuai kemampuan OPD," tegasnya
Marten menambahkan diharapkan untuk posisi bulan Agustus, target yang ditetapkan 75 persen. Terget teri sudah lebih rendah dari target minimal yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo. "Hal ini dilakukan agar setiap OPD lebih memacu kegiatannya sebelum triwulan IV," tutup Wali Kota Gorontalo Marten Taha
