Gorontalo - Rangkaian kegiatan dari DIKSARLAP Konservasi Hutan Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo hari ini telah memasuki tahap kedua. Berbagai kegiatan telah dilalui oleh para peserta. Dimulai dari pelepasan yang dilaksanakan hari jum'at tanggal 12 maret 2021 kemarin.
Setelah itu para peserta langsung di bawa ke lokasi kegiatan yakni di Desa Longalo, Kecamatan Bolango Utara Kabupaten Bone Bolang.
Setelah istirahat sejenak di lokasi kegiatan, kemudian peserta langsung menerima pelatihan cara hidup dihutan yang di bawakan Sutrisno, Selaku ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo.
Kemudian, materi tersebut di tutup dengan beberapa games dan diskusi dengan output agar peserta memiliki skill dan mental yang kuat selama berada di lapangan.
Hari sabtu, (13/3/2021), peserta melakukan hiking di lokasi sekitar dengan tujuan untuk pengenalan jenis pohon dan medan pekerjaan yang akan mereka hadapi di kemudian hari.
Siang hari, para peserta menerima materi tentang Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) yang di bawakan langsung oleh Muhammad Bakri Nongko.
Dalam pemaparan materi tentang RHL, Mohammad Bakri menjelaskan tentang kondisi hutan Provinsi Gorontalo saat ini. Lebih lanjut dirinya memberikan gambaran tentang hutan-hutan yang dialihfungsikan oleh masyarakat sekitar kawasan.
"Hal tersebut menjadi PR kita bersama mengingat bahwa kegiatan tersebut juga berkaitan dengan dapur hidup masyarakat," Kata Mohammad Bakri dalam pemaparannya
Akan tetapi disisi lain jika kegiatan ini berlanjut maka bencana-bencana alam yang terkait dengan hutan seperti banjir, kekeringan, dan tanah longsor akan mudah terjadi.
Dampak dari itu semua, kata dia, bukan hanya satu orang warga saja akan tetapi berdampak baik skala desa, kecamatan, kabupaten, maupun provinsi. "Seperti kerugian material berupa insfrastruktur jalan, jembatan, perkantoran dan lain-lainnya," ujarnya
Sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut lahirlah program RHL. Kata Bakri, RHL bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah akan tetapi tanggung jawab semua pengelola atau pemangku hutan dan lahan.
Kegiatan RHL dilaksanakan pada bentang lahan, dan dialokasikan pada Daerah Aliran Sungai (DAS). Tujuan RHL ialah upaya memulihkan, mempertahankan, meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukungnya meningkat.
Menurutnya, dengan adanya kegiatan DIKSARLAP yang diadakan oleh program studi konservasi hutan Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo maka akan melahirkan kader-kader konservasi yang dapat menjaga hutan dan lahan agar mampu menciptkan DAS Sehat Rakyat Sejahtera.
"Akan datang suatu masa kekuatan, kekuasaan, keangkuhan, kejayaan tidak berlaku lagi," Pungkasnya
