![]() |
| Pengurus Besar Nahdathul Ulama (PBNU) KH. Abdul Manan Abdul Ghani |
Gorontalo - Pengurus Besar Nahdathul Ulama (PBNU) KH. Abdul Manan Abdul Ghani mengatakan, pengurus NU mempunyai tugas mengurusi bukan malah menjadi penyebab urusan.
"Jam'iyyah itu ada pengurusnya dan tugas pengurus adalah mengurus. Jangan sampai pengurus lah yang menjadi penyebab urusan," ujar KH. Manan.
Hal tersebut disampaikan KH. Manan usai melantik Pengurus Cabang (PC) NU Bone Bolango, Minggu (21/03/2020) yang bertempat di Graha Muslimat-Sekretariat bersama NU Bone Bolango.
KH. Manan menyampaikan yang namanya jamiah itu harus memiliki persatuan agar bisa saling memperkuat satu sama lain. "Jam'iyyah itu harus bersatu seperti bangunan yang satu sama lain harus memperkuat," ucapnya.
Selain itu, KH. Manan berpesan kepada para pengurus untuk terus memperhatikan jamaah NU yang berada di perkampungan dan di masjid-masjid. Sebab menurutnya yang harus di khidmati pengurus NU adalah jamaah.
"Selain Jam'iyyah, NU punya jamaah atau anggota kultural yang harus terus diperhatikan. Anggota perlu didatangi, disapa, dimana alamatnya? Kalau ada ibu-ibunya di muslimat kan, kalau ada pemudanya di Ansor kan, mahasiswanya di PMII kan, Pelajarnya di IPNU-IPPNU kan," papar KH. Manan.
Ia menyampaikan, NU merupakan organisasi dakwah. Sehingga sebagai pengurus sudah menjadi pekerjaan untuk terus menyapa anggota.
"Ajaran Islam NU bisa sampai pada kita sekarang ini juga karena komitmen dakwah para kiai NU dahulu. Berdakwah merupakan pekerjaan yang mulia karena itu sudah menjadi perintah Al-Quran," tegasnya.
