![]() |
| Wali Kota Gorontalo, Marten Taha saat memberitahu sambutan di Musrembang Kecamatan Dungingi (Foto: Humas Pemkot Gorontalo) |
Kota Goronralo – Wali Kota Gorontalo, Marten Taha minta dokumen perencanaan pembangunan yang dibuat di Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) dari kecamatan-kecamatan yang ada di Kota Gorontalo, harus menggambarkan kondisi yang sebenarnya terjadi di masyarakat.
Menurut Marten apa yang dibutuhkan oleh rakyat, apa yang menjadi kepentingan masyarakat di tingkat bawa, benar-benar dapat dijawab dari beberapa program yang direncanakan tahun 2020 nanti.
“Musrembang ini sudah merupakan suatu keharusan, karena perencanaan pembangunan harus dilakukan secara sistematis dan terarah, terencana, sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang dapat bermanfaat bagi kepentingan masyarakat,” kata Marten Taha saat memberikan sambutan di Musrembang di Kecamatan Dungingi, Selasa (2/3/2021).
Marten menjelaskan kebijakan-kebijakan nasional harus juga menjadi landasan dalam pembuatan dokumen perencanaan pembangunan di Kecamatan dan Kota Gorontalo. Ia juga berharap Musrembang di Kecamatan-kecamatan yang membahas terkait perencanaan pembangunan jangan hanya formalitas atau hanya menggugurkan kewajiban saja.
“Yang paling penting adalah, ada subtansi yang bisa didapatkan dari Musrembang ini. Rumusan-rumusan hasil musyawarah, benar-benar dapat dilaksanakan. Jangan sampai hanya abis dirumuskan, tapi tidak dilaksanakan,” ujarnya
Meski begitu, Marten bersyukur musrembang yang dilaksanakan dibeberapa kecamatan hampir semua sudah rampung. Ia pun sangat mengapresiasi kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Gorontalo, Camat-camat dan kepala Kelurahan yang sudah memfasilitasi membuat Musrembang ini.
"Alhamdulillah, musrembang ini terlaksana sesuai dengan apa yang kita inginkan, dan rencanakanrencanakan untuk bisa membuat dokumen perencanaan yang sesuai dengan masalah yang kongkrit terjadi di Masyarakat," tutup Wali Kota Gorontalo, Marten Taha
