Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Wali Kota Marten Taha Daftarkan Guru Ngaji dan Imam Masjid ke BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 03 Maret 2021 | 14:40 WITA Last Updated 2021-03-03T07:13:10Z
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha saat memberikan sambutan di upacara pencanangan HUT ke-293 tahun 2021 Tingkat Kota Gorontalo (Foto: Humas Pemkot Gorontalo) 


Kota Gorontalo - Wali Kota Gorontalo, Marten Taha akan mendaftarkan Guru Ngaji dan Imam Masjid di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan sebagai pekerja informal diluar pemerintah Kota Gorontalo yang membantu bekerja di bidang sosial keagamaan. 


"Ada program kita untuk mewujudkan masyarakat yang religius, jadi Guru Ngaji dan Imam masjid mempan tugas mulia, jadi kita daftarkan mereka ke BPJS Ketenagakerjaan," kata Martan Taha usai melaksanakan upacara pencanangan HUT ke-293 tahun 2021 Tingkat Kota Gorontalo, Rabu (3/3/2021). 


Marten juga menambahkan pihak juga akan mendaftarkan tenaga kerja lepas, terutama di tenaga kerja yang dibidang beresiko, Satpol-pp, Pasukan Kuning dari Dinas Lingkungan Hidup, Tenaga Pemadam Kebakaran, dan Tenaga Honorer yang bekerja dibagian lapangan. 


"Semuanya kita akan daftar ke BPJSK ketenagakerjaan, sehingga jika terjadi resikoresiko kecelakaan, cacat ataupun meninggal dunia. Mereka bisa mendapatkan santunan," ujarnya


Marten mengungkapkan ada sekitar 21,000 ribu orang penduduk Kota Gorontalo sudah di daftarkannya ke BPJS Ketenagakerjaan. Untuk tahun 2021 ini, ada sekitar 2,000 ribu orang tenaga honorer baik pekerjaan informal, atau pekerja lapangan diluar pemerintah, akan di daftarkan di BPJS Ketenagakerjaan. 


"Kami sudah dari tahun 2016 sudah melakukan kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam masalah ini. Jika dijumlah dengan tahun ini, ada sekitar 23,000 ribu orang yang merupakan anggota BPJS Ketenagakerjaan. Itu sudah termaksud Guru ngaji dan Imam Masjid," ungkap Marten


Wali Kota Dua periode berkeinginan semua pekerja infomal di seluruh Kota Gorontalo akan didaftarkan ke BPJS ketenagakerjaan. Namun karena keterbatasan anggaran, hal tersebut belum terlaksana. Hanya pekerja yang memiliki pekerjaan resiko yang didaftarkan terlebih dahulu. 


"Biasa ada yang tidak tahu kalau mereka kita sudah daftar ke BPJS ketenagakerjaan. Karena data-data kita minta dari kelurahan. Guru ngaji, Imam Masjid dan pegawai sari akan kita daftarkan. Karena mereka sangat membantu kita," tutup Wali Kota Gorontalo, Marten Taha


×
Berita Terbaru Update