Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Refleksi Kader PMII menuju insan Kritis-transformatif-produktif Versi ketua PB PMII Terpilih

Sabtu, 17 April 2021 | 21:21 WITA Last Updated 2021-04-17T13:21:43Z
Ayying Dhakiri, Pengurus PMII Cabang Palopo, Sulawesi Selatan


Opini
- Kurang lebih enam Dekade yang lalu sontak mengingatkan kader PMII di seluruh penjuru Nusantara, bahwa tepat 17 April 1960 adalah deklarasi kelahiran organisasi kemahasiswaan,yang lahir atas dasar inisiatif kalangan mahasiswa Nahdliyyin.


Memperingati hari kelahiran PMII tentu menjadi satu momentum yang setiap tahunnya diperingati kader kader PMII, berbagai macam rundown kegiatan yang dilakukan, tentu hal ini bukan hanya sebagai ajang pertemuan, ajang pembuktian posisi, namun jauh kebelakang untuk menyongsong masa depan adalah bagaimana merefleksi kontribusi, gagasan, serta posisi PMII.


Selaku penulis, saya merefleksi apa yang disampaikan oleh ketua Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) 2018-2020 Najib Prastiyo sewaktu mengisi diskusi virtual yang bertemakan pemuda dan politik kepemimpinan nasional, yang juga dihadiri beberapa ketua OKP, dalam diskusinya beliau menyampaikan "Sepertinya organisasi kemahasiswaan akhir-akhir ini mengalami kemandekan dalam melakukan basis kaderisasi, sehingga berimbas kepada ketidakmampuan kader kader dalam membaca kondisi serta memposisikan diri sebagai insan organisatoris".


Apa yang disampaikan beliau sekalipun berbeda baground, namun keresahan ini sekiranya dirasakan oleh segenap OKP yang ada, bahwa ada proses basis kaderisasi yang mulai terlupakan, atau justru formulasi kaderisasi yang disuguhkan kepada kader tidak lagi kontekstual dengan kondisi yang ada.


Terpilihnya ketua umum PB PMII masa khidmat 2021-2023 tentu menjadi tantangan berat, bukankah proses kaderisasi dalam tubuh organisasi adalah ruh nyata yang selama ini selalu diungkapkan sahabat(i) di  seluruh penjuru Nusantara. Kalau demikian, apa yang mesti kita perbuat ?


Harapan kader kader PMII dimasa mendatang yaitu adanya formulasi baru yang memang relevan dengan kondisi zaman. Kalaulah suguhan senior bahwa kehadiran solusi ya tentu harus mengetahui permasalahan yang ada. Kalau demikian, maka menganalisis secara jauh permasalahan dan problem di setiap cabang dan komisariat adalah hal yang urgen, meskipun ujung tombaknya berada di rayon.


Sekiranya masih hangat diskusi yang dilakukan ketua umum PB PMII Muhammad Abdullah Syukri dengan host peci dan Kopi, bahwa kader kader PMII tidak hanya kritis dan transformatif, tetapi juga dituntut untuk produktif.


Nah, apa yang menjadi harapan kita ke depan, yaitu bagaimana melahirkan kader-kader yang mumpuni di setiap bidang masing-masing, sesuai dengan minat masing-masing kader.


Yang lebih memiliki kemampuan menulis, setidaknya mampu melahirkan satu karya berupa buku, yang lebih mumpuni dalam berwirausaha tentu mampu melahirkan satu gagasan dan terobosan dalam bidang wirausaha, begitupun seterusnya.


Selama ini yang terjadi kita terlalu banyak berdiskusi, banyak membaca buku, Nongki-Nongki sampai matahari pagi terbit, namun tidak ada hasil yang menjadi ukuran kita dalam berorganisasi. 


Semoga ke depan PMII terus berkontribusi untuk agama, bangsa dan negara


Selamat BerHARLA sahabat-sahabati Se-Nusantara


Ayying Dhakiri, Pengurus PMII Cabang Palopo, Sulawesi Selatan

×
Berita Terbaru Update