![]() |
| Istimewa |
Opini - Prihal tetang Hari Lahir Pmii ke-61 adalah momen yang harus kita semarakan, dalam paradigma serimonial mungkin tidak keren. Sebab kita menggali makna, semuanya masih dominan alami!
Perlu pendekatan pengembangan rasional, pertimbangan, klarifikasi nilai, pengembangan moral kognitif, perilaku sosial, dan penanaman nilai.
Jadi, pihak terkait dituntut untuk memainkan peran dan tanggungjawabnya, tidak lain kader Pmii di tuntut untuk menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai yang baik.
Merespon tema yang di usung oleh Pengurus Besar Pmii yakni" Pmii Terdepan Dalam Kemajuan". Menimbulkan pertayaan besar bagi penulis?
Perlu kita faham secara seksama di alam indonesia ini bahwasanya sejuta inspirasi dari kaum organisatoris dalam hal ini pemudah adalah tonggak penentu masa depan banggsa. Lalu pertanyaanya adalah ada kah kesiapan para pemuda untuk menjawab problematika bangsa ini!. Wabil khusus untuk kader-kader Pmii yang di seantero bumi pratiwi Indonesia.
Kalau kita mengacu pada teori Aguste comte yang lahir di prancis sekitar tahun 1798 dalam konsep yang dia tawarkan adalah bagimana pendekatan kita secara positivisme yang lahir melalui pengamatan dan mengukur secara objektif dalam statika sosial dan dinamika sosial artinya bagimana pergerakan kita secara progresif dan dinamis untuk mengontrol semua kibajakan pemerintah yang tidak pro terhadap rakyatnya.
Bagi penulis bangsa yang besar itu tidak di lihat sejauh mana perkembanganya tidak juga di lihat dari Kemajuanya karna pada prinsipnya suatu bangsa bukan luas pada wilayah atau jumlah penduduknya, Coba kita melihat negara tetanga sebut saja Singapura hanya memiliki luas 710 km dan berpenduduk 5 juta jiwa, namun negara ini tetap maju, cina yang areanya mencapai 9.7 juta km dan berpenduduk lebih dari 1,3 miliayar juga tumbuh pesat dan sanggat berperadaban baik dari segi pendidikan apa ta lagi teknologi.
Kemanjuan suatu bangsa bukan juga terletak dari segi geografisnya Norwegia, Swedia, Belanda dan lain sebagainya mereka ini adalah negara yang membeku di kutub utara tetapi menjadi sekumpulan negara yang sanggat sejahtra, begitupun dengan Jepang secara geologisnya berada dalam area gempa,sunami tetapi tercatat sebagai negara yang mampu mengelolah dirinya menjadi salah satu negara yang termakmur diasia.
Sistem politik dan pemerintahan juga bukan salah satu faktor paling menentukan apapun sistemnya: Demokrasi, Otoriter, Kerajaan, Republik, Sosialis komunis ataupun Liberal, bukan sebagai faktor penentu, Rusia yang berhaluan komunis adalah negara yang berpengaruh, Amerika sebagai negara liberal merupakan adidaya, Malasiya dan Brunai darulsalam yang hak-politik rakyatnya tidak begituh mendapat ruang akan tetapi kerajaanya adalah sejahtra.
Sementara indonesia yang di bela kaltulistiwa negara ke 15 yang terluas di dunia dan berpenduduk ke 4 terbanyak diduunia yang sudah stengah abad memperaktekan demokrasi pancasilanya, namun keadilan masih terbatas angan-angan di pembukaan UUD 1945 kemakmuran hanya milik pemimpin dan politisinya. Formalisasi agama dalam sistem negara, mesti tidak ada larangan juga tidak ada yang menjamin kemajuan dan kesejahtraan, baik yang menempelkan slogan syariah, khilafah dan negara islam pada papan nama sebauh negara tidak serta merta menjadi solusi keterbelakngan bangsa, Republik islam pakistan sudah berdiri sejak tahun 1947 tapi masih berada pada rangking teratas negara terkorup, artinya apa negara berkamujaun itu tidak dilihat dari lebel agamanya namun dilihat dari tatakelolah.
Ternyata kecukupan sumber daya alam bukan juga solusi kesejahteraan, jika rakyatnya bodoh dan pemimpinnya djalim, negara-negara di Afrika menjadi contoh bagimana kelaparan dan miskin ditengah kandungan alam yang berlebihan mereka punya emas namun di kuasi oleh karun-karun" korporasi"asing yang berkolaborasi dengan penguasa lokal.
Hal serupa yang terjadi di negara kita, hasil bumi begitu melimpah ruah kandungan gas alamnya termasuk kekayaan terbeasar di dunia, emasnya memiliki kualitas terbaik di dunia, hutan tropis yang terbeasar di dunia, dengan keanekaragamanya yang hayati dan flasma nutfa paling lengkap di dunia, lautnya memiliki luas yang sanggat besar yang di isi jutaan spieses ikan yang tidak di punyai oleh negara lain, tanahnya yang sanggat subur melimpah ruah diberbagai pelosok di nusantara dan bahakan potensi dengan berbagai banyak gunungnya yang menyebabkan berbagai tanaman hidup yang sempurna.
Tapi apa yang terjadi aset banggsa di eksploitasi, segelintir perampok, kayu, minyak, gas, pasir, emas di angkut keluar sementara rakyatnya tidak terdidik dan terkena busung lapar, Kemiskinan penduduk di sekitar blok gas arun di ujung barat indonesia sampai ketelanjangan warga, di sekililing blok emas freeport di ujung timur indonesia adlah potret marginalisasi keterjajahan bangsa dari sabang sampai maruke.
Di akhir tulisan ini, penulis berharap tema yang di usung oleh Pb Pmii menjadi tugas pokok bagi kader Pmii, Setidaknya kita menjadi salah satu solusi untuk mengurangi merosotnya moral bangsa yang terjadi pada saat ini!
Selamat berharlah sahabat-sahabat Pmii, moga-moga Allah merahmati kita semua. Amin.
