![]() |
| Wali Kota Gorontalo, Martan Taha (Foto: Humas Pemkot Gorontalo) |
Kota Gorontalo - Meski masih Pandemi COVID-19 atau belum berakhir wadah virus corona, perputaran ekonomi dikota Gorontalo mengalami lonjakan signifikan menjelang idhul fitri. Hal tersebut disebabkan peredaran atau perputaran uang sangat cepat pasca dibayarkannya THR PNS pemerintah daerah beberapa waktu lalu.
Walikota Gorontalo Marten Taha mengkalkulasikan uang yang beredar dikota Gorontalo usai pencairan THR ASN, mencapai Rp. 30 M.
“Jika dihitung secara bersih, uang berputar di kota Gorontalo sekitar Rp. 30 M, dari ASN di provinsi Gorontalo. Jumlah itu belum termasuk belanja kegiatan program strategis lainnya” kata Marten Taba, Selasa (11/5/2021)
Perhitungan itu, kata Marten, baru hitungan kotor, dari jumlah pencairan THR pegawai provinsi yang mencapai Rp. 24 M. Kota Gorontalo Rp. 19,6 M, serta daerah bertetetangga dekat dengan kota Gorontalo.
“Katakanlah Provinsi dari Rp. 24 M, Rp. 15 M yang dibelanajakan dikota, demikian juga ASN Kota dari Rp. 19, 6 M, Rp. 15 Milyard yang terserap untuk memenuhi kebutuhan. belum ditambah dengan kucuran program BLT untuk 3 bulan yang dicairkan sekalianrsebesar Rp. 6 M,” ucap Marten.
Secara statistik, pertumbuhan ekonomi di kota Gorontalo terus mengalami peningkatan. menurutnya sebagai daerah yang mengandalkan sektor perdagangan dan jasa, menjadikan kota Gorontalo sebagai kiblat ekonomi dikawasan teluk tomini terlebih diwilayah provinsi Gorontalo sendiri.
Meski demikian Marten dengan ketat menerapkan protokol kesehatan bagi warga yang datang beraktivitas di kota Gorontalo. Pengetatan terhadap protokol kesehatan dilakukan Marten guna mencegah terjadinya klaster baru pasca lebaran idhul fitri.
“Tingginya peredaran uang, akan bersamaan dengan aktivitas orang yang datang dikota. Memasuki idhul fitri seperti ini kita saksikan bersama meningkatnya permintaan atas kebutuhan lebaran," tutup Wali Kota Gorontalo, Marten Taha
