Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Teringat Masa Kecil

Kamis, 01 Oktober 2020 | 16:16 WITA Last Updated 2020-11-14T12:30:37Z

 


Zaman dulu, memang sering kali terlintas dipikiran kita saat kita sedang melamun atau menghayal. Apa lagi saat  kita sedang melihat sesuatu benda cukup dalam artinya.

Misalnya foto ini. Foto yang menggambarkan seorang kakek yang sedang mengajari cucu, menemani cucunya saat cucunya ingin mengerjakan tugas yang diberikan oleh sekolah untuk dikerjakan di rumah.

Sangat sederhana memang, namun foto ini sangat dalam artinya, di mana kita bisa melihat lebih dekat perjuangan seorang kakek yang selalu menemani cucunya di kala cucunya bingung untuk menanyakan sesuatu.

Walaupun kadang kakek tidak tau jawabannya, tapi saat itu kakek selalu memberikan semangat untuk cucunya agar bisa terus menempuh pendidikan yang layak lebih darinya.

Keadaan itu, pasti hampir semua orang yang lahir di tahun 90-an merasakan itu, di mana mereka sangat merasakan kasih sayang dari seorang kakek yang pernah merasakan masa penjajahan itu. 

Sembari mengajari cucunya, pasti saat itu, kakek menceritakan pengalaman hidup saat melawan penjajah. Bambu runcing yang menjadi senjatanya, sampai hal-hal yang mistik pasti dia ceritakan saat memerdekakan bangsa ini.

Cukup Alok memang saat didengar, karena sejarah yang diceritakan itu, adalah sejarah langsung dia rasakan. Penjajah yang memakai senjata api, tapi bisa dikalahkan dengan bambu yang hanya di runcingkan saja. Itu hal yang mustahil memang, tapi itu benar-benar terjadi.

Cerita itu yang sangat tergambar dalam foto itu, di mana senyuman yang tertulis saat menceritakan kisahnya itu, sebenarnya ada rasa sedih yang cukup dalam dikuburkannya. Karena saat masa penjajahan itu, banyak juga keluarganya yang gugur dalam peperangan itu.

Ada kisah yang cukup dalam di dalam foto itu. Kakek yang menjadi orang tua kita, juga menjadi guru sejarah dalam perjuangan bangsa ini. Kakek yang merupakan panutan kita, juga menjadi teman yang selalu menemani kita dikala kita masih kecil. Cukup teringat sekali masa kecil itu.

Alfatihah πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™
×
Berita Terbaru Update