![]() |
| Wali Kota Gorontalo, Marten Taha saat mengikuti vicom dengan Generasi Baru Indonesia Gorontalo dan BI Gorontalo (Foto: Humas Pemkot Gorontalo) |
Kota Gorontalo - Wali kota Gorontalo, Marten Taha meminta pemuda bisa menjadi agen of change atau agen perubahan sebagai generasi penerus bangsa dalam mendorong pemerintah daerah Gorontalo.
Hal itu, Marten sampaikan saat dirinya menjadi pemateri di acara Vicom bincang-bincang bersama wali kota Gorontalo dengan tema 'Peran Pemuda dalam Menyusun Ruang Gerak Pemerintah Gorontalo' yang dilakukan secara Virtual, Rabu (27/1/2021).
"Pemuda sebagai agent of change yang mampu melakukan perubahan dalam kembang daerah bersifat fisik dan non fisik, baik dari segi ekonomi, pendidikan, budaya lokal daerah/negara sendiri," kata Marten Taha
Selain itu, Marten juga menjelaskan pemuda merupakan agent of development yang mampu berkreasi dan berinovasi dalam pembangunan daerah bersifat fisik atau non fisik dari segi ekonomi, pendidikan, budaya sosial dan politik.
Tak hanya itu, kata Marten, pemuda juga bisa menjadi agent modernizations yang mampu menciptakan hal-hal baru yang inovatif dan kreatif, gagasan-gagasan transformasi digital menuju revolusi 4.0.
"Pemuda itu memiliki semangat juang yang tinggi. Semangat jual yang tinggi itu adalah poin yang penting mewujudkan peran pemuda, sebab tanpa semangat, pemuda bukanlah siapa-siapa, dan tidak ada satupun tujuan yang tercapai tanpa semangat juang yang tinggi," ucap Marten Taha
Vicom bincang-bincang bersama wali kota Gorontalo merupakan kegiatan yang dibuat oleh Bank Indonesia perwakilan Gorontalo yang bekerja sama dengan Generasi Baru Indonesia Gorontalo.
Selain, Wali Kota Gorontalo, Marten Taha menjadi Pemateri, KPw Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Budi Widihartanto juga menjadi salah satu pemateri dalam acara yang dilaksanakan secara virtual tersebut.
