Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Hari Hutan Sedunia: Hutan Lestari, Rakyat Sejahtera

Minggu, 21 Maret 2021 | 21:43 WITA Last Updated 2021-03-21T13:51:00Z
Hutan (Foto: Pixabay.com) 


Opini - Hutan sebagai penyangga kehidupan serta tempat bermukim berbagai macam mahluk hidup baik tumbuhan, hewan, maupun manusia. Keberadaan hutan merupakan suatu keniscayaan bagi penduduk bumi. Karena hutan hakekatnya menyimpan berbagai macam penghidupan. Penghidupan tersebut baik berupa oksigen yang kita hirup sampai kebutuhan sandang dan pangan kita. 


Hutan yang dahulu sampai sekarang merupakan benda yang seksi dan selalu diperebutkan antar penghuni bumi sehingga menjadi penyebab konflik. Baik tenurial maupun areal jelajah. 


Konflik tenurial merupakan konflik yang terjadi antara masyarakat sekitar hutan dengan stakeholder terkait maupun para investor. Sedangkan konflik areal jelajah merupakan konflik yang terjadi antara hewan yang mendiami hutan belantara dengan manusia yang mengelola hutan. 


Tak jarang kedua konflik tersebut terjadi berbarengan dalam satu kawasan hutan. Sehingga butuh penangan yang ekstra untuk meminimalisir dampaknya. Karena hakikatnya konflik tidak dapat dihilangkan akan tetapi perlu pengelolaan agar berdampak positif bagi kita semua. 


Selain konflik permasalahan lingkungan juga kerap kali kita rasakan. Seperti dampak dari penebangan liar sehingga menghasilkan banjir, tanah longsor, serta degradasi lahan. Sehingga yang merasakan juga bukan hanya manusia akan tetapi tumbuhan dan binatang yang mendiami suatu kawasan hutan. 


Oleh karena itu, maka dihari hutan sedunia ini yang jatuh pada tanggal 21 maret 2021 ini, seharusnyalah kita mengevaluasi diri kita masing-masing mengapa konflik dan permasalahan lingkungan itu sampai sekarang belum ada cara yang betul-betul cocok untuk memanejemeninya. 


Perilaku kita yang cendrung eksploitatif dan menghalalkan segala cara agar keuntungan yang maksimal berupa materi kita dapatkan hanya untuk merusak hutan. Padahal disisi lain ada kerugian yang menanti. 


Kerugian tersebut kita tidak dapatkan saat ini akan tetapi diwaktu yang akan datang karena sinergitas alam semesta selalu terkoneksi antara satu sama lain. Ibarat manusia yang membutuhkan oksigen yang diolah oleh pohon. Pohon pun juga demikian membutuhkan karbondioksida yang dibuang oleh manusia. 


Selamat hari hutan sedunia 

Hutan lestari rakyat sejahtera


Sabaruddin B. S. Hut., M.Hut

Peneliti dan Dosen Konservasi Hutan

Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo



×
Berita Terbaru Update