Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Lakukan Pencegahan Terorisme, FKPT Lakukan Rakernas ke-VIII

Rabu, 03 Maret 2021 | 10:16 WITA Last Updated 2021-03-03T02:22:07Z
Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) saat menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-VIII (Foto: Istimewa) 


MANGGARAI BARAT
- Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-VIII di di Hotel Laprima Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (2/3/2021) malam. Rakornas ini menjadi ruang konsolidasi kebijakan dan strategi pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan terorisme.


Rakernas FKPT digelar dalam rangka pelaksanaan Program Kegiatan Direktorat Pencegahan BNPT tahun anggaran 2021, yang dilaksanakan oleh Subdit Pemberdayaan Masyarakat. Rakernas FKPT dihadiri pengurus FKPT dari 32 Provinsi se Indonesia.


Dalam Rakernas tersebut, di hadiri langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar M.H, Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif, Bupati Manggarai Barat Editasius Endi, tamu undangan dan Pengurus FKPT dari 32 Provinsi se Indonesia. 


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar M.H mengatakan bahwa Forum Koordinasi Penanggulangan Teroris (FKPT) yang ada di berbagai Wilayah merupakan pejuang antiradikalisme intoleran. 


“Itulah yang senantiasa mewarnai nilai-nilai asing yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa ini. Karena sejatinya bangsa kita ini bangsa toleran, menghargai perbedaan, menghargai kemajemukan, damai, yang hari ini agak sedikit terganggu dengan adanya nilai asing yang menyebarkan paham radikal intoleran,” kata Komjen Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar M.H


Dia menjelaskan semua itu terjadi karena adanya propaganda Al-Qaeda, propaganda ISIS, yang mencari pengikut. Menurutnya, kegiatan terorisme itu tindakan antara lain memanipulasi agama. Meksi banyak kepentingan lain dalam aksi tersebut. Namun dia menyebutnya bahwa mereka adalah bagian dari saudara kita yang harus diselamatkan.


“Kita harus mencegah sistem nilai kaum radikal intoleran, karena bertentangan dengan dasar negara,” tegasnya.


Menurutnya, radikal itu aslinya baik, di mana ketika memperjuangkan Pancasila itu juga harus radikal. Berpikir kritis, radikal itu keharusan. Namun kalau radikal intoleran, radikal terorisme. Dia tegaskan itu tidak boleh, apalagi dilakukan di ruang publik. 


Dia menambahkan memperjuangkan sistem nilai yang sudah diperjuangkan pendiri bangsa yang dari waktu ke waktu terus diganggu sistem nilai radikal intoleran, menjadi sebuah keharusan. Dia menyebutkan pekerjaan ke depan adalah pekerjaan kemanusiaan, luhur dan mulia. 


"Mempertahankan persatuan dan kesatuan di masing-masing provinsi, caranya adalah bekerja sama dengan berbagai pihak. Tapi kita harus yakin, bahwa kekuatan dapat dilakukan dengan bekerja sama, berkolaborasi dengan semua elemen masyarakat,” ungkapnya.


Diketahui, Forum Rakernas sendiri dilangsungkan dengan dua metode, yaitu offline dan online. Di Hotel Laprima diisi Ketua FKPT dan Kabid Penelitian. Di Hotel Bintang Flores diisi Kabid Agama, Sosial dan Budaya dan Kabid Perempuan dan Anak. Sedangkan di Hotel Jayakarta diisi Kabid Pemuda dan Pendidikan,  dan serta Kabid Media Massa, Hukum dan Humas.


Sementara itu, dari Gorontalo, dihadiri Kepala Bidang Agama, Kepala Bidang Perempuan, Kepala Bidang Kepemudaan, Kelapa Bidang Penelitian, dan Kepala Bidang Media, Hukum dan Humas FKPT Gorontalo. 



×
Berita Terbaru Update